Cara Membuat Server Repository Debian

Halo teman-teman, di sini saya akan memberi tutorial cara membuat Server Repository di Debian Buster.

PENGERTIAN SERVER REPOSITORY
Repository atau biasa dipanggil Repo merupakan tempat penyimpanan ratusan aplikasi atau program yang telah diatur sedemikian rupa dan tersedia untuk dapat diakses melalui internet. Bisa dibilang repository itu semacam sebuah server yang menyediakan penyimpanan khusus untuk aplikasi aplikasi atau file file yang dikelompokan.

Sebelum itu, pastikan kalian sudah menginstall OS Debian terlebih dahulu, ya. (di mesin virtual ataupun di perangkat kalian langsung).
  1. Pastikan telah memilih Adapter Host Only pada setelan Adapter Debian di Virtual Box dan jangan lupa untuk mengisi IP Adapter tersebut pada laptop maupun di dalam Debian dengan alamat IP yang satu jaringan.
  2. Masukkan DVD 1 debian

  3. Ketik perintah apt-cdrom add untuk menscan file DVD nya (ulangi langkah ini dengan menggunakan DVD 2 dan 3)

  4. Jika sudah, buka file /etc/apt/sources.list. jika sudah terdapat index semua DVD seperti di gambar, maka sudah benar

  5. Selanjutnya, ketik perintah apt-get update agar debian dapat mengenali apa isi dari setiap DVD

  6. Buka aplikasi WinSCP (bisa diunduh di sini). Setelah itu, masukan isian sesuai dengan detil ip dan username debian yang telah dibuat. Pada file protocol, pilih SFTP dengan Port number 22 (SSH)

  7. Selanjutnya upload semua file DVD Debian ke Server

  8. Proses upload selesai

  9. Jika sudah, lanjut dengan menginstall apache2, dpkg-dev, dan rsync untuk keperluan membuat repo nantinya

  10. Setelah selesai proses instalasi, buat direktori seperti gambar di bawah

  11. Selanjutnya, mount semua DVD yang telah diupload ke server pada direktori yang telah dibuat tadi

  12. Setelah itu, ketik perintah rsync -avH /media/dvd<1/2/3>/pool /repo/pool untuk memindahkan isi pada setiap DVP pada direktori yang telah dibuat tadi

  13. Lakukan perintah tersebut pada ketiga DVD dengan direktori berbeda setiap file nya

  14. Jika sudah selesai, pindah ke direktori /repo/ lalu ketik perintah dpkg-scanpackages . /dev/null | gzip -9c > Packages.gz untuk menscan dan membuat archive packages nya

  15. Akan tampil seperti ini jika sudah selesai

  16. Lalu, ketik perintah dpkg-scansources . /dev/null | gzip -9c > Sources.gz untuk menscan dan membuat archive sources nya

  17. Pindahkan masing-masing archive pada direktori yang telah dibuat tadi di /repo/dists/bimadoni/main/binary-amd64/ dan /repo/dists/bimadoni/main/sources/

  18. Ketik perintah ln -s /repo /var/www/html/debian untuk membuat shortcut repo agar dapat diakses client atau server lain yang terhubung

  19. Setelah itu, buka /etc/apache2/apache2.conf lalu tambahan konfigurasi seperti pada gambar

  20. Selanjutnya, buka /etc/apache2/sites-available/000-default.conf dan rumah rincian direktori pada DocumentRoot menjadi /repo

  21. Jika sudah, buka /etc/apt/sources.list dan tambahkan perintah seperti gambar di bawah. (opsional : non-aktifkan repo manual setiap 3 DVD yang ada sebelumnya)

  22. Setelah semua selesai, ketik perintah apt-get update, maka debian akan membaca repository yang telah dibuat tadi

  23. Repository yang dibuat tadi juga bisa dilihat oleh client ataupun server lain yang terhubung satu jaringan dengan Debian

#SMKN1KEDIRI

Comments

Popular posts from this blog

Cara Konfigurasi DHCP Server di Debian Buster

Cara Konfigurasi FTP di Debian Buster

Cara Membuat Certificate Authority di Debian Buster