Cara Konfigurasi FTP di Debian Buster
Halo teman-teman, di sini saya akan memberi tutorial cara konfigurasi FTP di Debian Buster.
Pengertian FTP
FTP atau File Transfer Protocol adalah protokol internet yang berjalan dalam satu lapisan aplikasi yang berfungsi untuk tukar menukar data antara client dan server dalam 1 jaringan. Sebelum melakukan pengiriman data akan dibuatkan sesi komunikasi terlebih dahulu oleh FTP dengan menggunakan protokol TCP.
FTP juga merupakan aplikasi yang powerful atau aplikasi yang sangat berguna itu karena FTP menyediakan akses kepada user atau pengunjung untuk mengakses data yang tersimpan di server, dan data ini dapat di akses secara bersamaan oleh komputer dalam jumlah yang besar.
Sebelum itu, pastikan kalian sudah menginstall OS Debian terlebih dahulu, ya. (di mesin virtual ataupun di perangkat kalian langsung).
- Install fitur proftpd terlebih dahulu dengan menggunakan perintah apt install proftpd.
- Tunggu sampai proses instalasi selesai.
- Kita dapat memulai konfigurasinya nano /etc/proftpd/proftpd.conf
- Aktifkan beberapa perintah dengan menghapus tagarnya. Apabila sudah, dapat disimpan konfigurasinya. /home/ftp
- Berikan izin akses folder yang dipakai untuk FTP tadi dengan perintah chmod 777 /home/ftp
- Restart layanan FTP Servernya dengan perintah /etc/init.d/proftpd restart
- Setelah itu, kita dapat mencoba mengakses FTPnya dengan alamat ftp://192.168.1.5 ataupun menggunakan Domain Name server ftp://bimadoni.com. Apabila kita dapat mengaksesnya tanpa adanya pop up login yang muncul, menandakan konfigurasi telah berhasil.
- Kita dapat mengunduh atau mengunggah file dalam FTP tersebut. Untuk mengunduhnya, kita dapat tinggal klik filenya saja. Apabila ingin mengunggah, kita dapat menggunakan File Explorer pada Windows dengan cara Copy Paste file dari Client ke Servernya.
- Dalam mengunduh dan mengunggah dalam FTP Server, terdapat pula program pembantu seperti FileZilla.
- Untuk membuktikannya, kita dapat melihatnya lewat browser maupun direktori FTP pada Debiannya sendiri.
#SMKN1KEDIRI












Comments
Post a Comment