Cara Konfigurasi NAT di Debian Buster

Halo teman-teman, di sini saya akan memberi tutorial cara konfigurasi NAT di Debian Buster.

PENGERTIAN NAT
Network Address Translation (NAT) merupakan sebuah sistem untuk menggabungkan lebih dari satu komputer untuk dihubungkan ke dalam jaringan internet hanya dengan menggunakan sebuah alamat IP. Sehingga setiap computer di dalam NAT ketika berselancar di internet akan terlihat memiliki alamat IP yang sama jika dilacak. Dengan kata lain, sebuah alamat IP pada jaringan lokal akan terlebih dahulu ditranslasikan oleh NAT untuk dapat mengakses IP publik di jaringan komputer. Sebelum proses translasi ini, maka pengguna tidak dapat terhubung ke internet.

Sebelum itu, pastikan kalian sudah menginstall OS Debian terlebih dahulu, ya. (di mesin virtual ataupun di perangkat kalian langsung).
  1. Pastikan telah menyambungkan laptop dengan koneksi internet dan telah mengisi Adapter Host Only pada laptop dengan IP Privat sesuai keinginan
  2. Atur pada adapter server sebagai berikut :
    a) Adapter Wi-Fi untuk akses internet

    b) Adapter Host Only untuk menyambungkannya dengan client

  3. Atur pada adapter client dengan Host Only saja untuk menyambungkannya dengan server

  4. Pada server, isi rincian adapter sebagai berikut :
    a) enp0s3 : DHCP guna untuk memperoleh IP dari Router Wi-Fi
    b) enp0s8 : Gunakan IP Privat sesuai keinginan (satu jaringan pada Adapter laptop)

  5. Mulai ulang network pada server

  6. Dapat dilihat, bahwa server telah memperoleh dari DHCP Router Wi-Fi dan IP yang telah diisi pada enp0s8 juga sudah tersimpan (menggunakan perintah ip a)

  7. Tes ping google.com agar mengetahui bahwa telah memperoleh akses internet

  8. Setelah itu buka /etc/sysctl.conf

  9. Hapus tanda pagar pada net.ipv4.ip_forword=1 untuk mengaktifkan perintahnya

  10. Cek apakah perintahnya sudah berfungsi dengan mengetik perintah sysctl -p

  11. Buat table routing nat nya dengan cara masukkan perintah iptables -t nat -A POSTROUTING -o enp0s3 -j MASQUERADE

  12. Kemudian cek table routingnya dengan cara masukkan perintah iptables -t nat -L

  13. Untuk menyimpan table routing yang telah dibuat, pasang iptables persistent dengan perintah apt-get install iptables-persistent -y

  14. Jika muncul pilihan seperti ini, pilih yes untuk menyimpan ip tablenya

  15. Pilih yes juga (mungkin opsional karena saya tidak menggunakan ipv6 sama sekali)

  16. Pada bagian client, isi enp0s3 dengan IP yang satu jaringan dengan server (enp0s8) maupun laptop

  17. Mulai ulang network pada client. Dan sekarang bisa dipastikan bahwa client telah menerima akses internet dari konfigurasi NAT pada server

  18. Tes ping google.com untuk membuktikannya.

Dengan Adanya jaringan NAT, keamanan sebuah jaringan pun tentunya akan lebih terjaga dan mendapatkan performa yang lebih baik. Selain itu, jaringan NAT juga dapat mempermudah struktur, efisiensi, dan fleksibilitas penggunaan jaringan lokal untuk terhubung ke internet.

#SMKN1KEDIRI

Comments

Popular posts from this blog

Cara Konfigurasi DHCP Server di Debian Buster

Cara Konfigurasi FTP di Debian Buster

Cara Membuat Certificate Authority di Debian Buster